TUGAS
SOFTSKILL
ANALISIS
LAPORAN KEUANGAN
2011,
2012, 2013 SERTA RATIO
PT.
Perusahaan Listrik Negara
NAMA :
Efinawawi Anastasia
NPM :
48211497
KELAS :
3DA01
Berikut adalah laporan keuangan PT.Indocement
Tunggal Prakarsa.tbk tahun 2011, 2012, dan 2013 beserta analisis dan
perhitungan 4 Ratio diatas!
Per Desember Tahun 2011 (Disajikan dalam jutaan
rupiah)
Ratio Likuiditas
Current Ratio =
Total Aktiva Lancar / Total Hutang Lancar
Current Ratio =
Rp 58.252.342 / Rp 62.918.962
=
Rp 0,92
Analisis : Setiap Rp.1 hutang lancar dijamin oleh 0,92
harta lancar atau perbandingannya antara aktiva lancer dengan hutang lancer adalah
0,92 : 1.
Quick Ratio =
(Total Aktiva Lancar - Persediaan) / Total Hutang Lancar
Quick Ratio =
(Rp 58.252.342 – Rp 15.654.105) / Rp 62.918.962
=
Rp 42.598.237 / Rp 62.918.962
=
Rp 0,67
Analisis : Rata-rata industri tingkat liquidnya /
quick ratio adalah 0,5 kali sedangkan PT.Indocement Tunggal Prakarsa.tbk 0.67
maka keadaannya sangat baik karena perusahaan dapat membayar hutang walaupun
sudah dikurangi persediaan.
Ratio Solvabilitas
Total Debt to Equity Ratio = (Total Hutang / Ekuitas pemegang saham) X 100%
Total Debt to Equity Ratio = (Rp 271.169.696 / Rp 46.197.380) X 100%
=
5,86 = 586%
Analisis : Merupakan perbandingan antara hutang dan
ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menujukan kemampuan modal sendiri ,
perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya. Perusahaan dibiayai 5,86% untuk
tahun 2011.
To Debt to Asset Ratio = (Total Hutang / Total Aktiva) X 100%
To Debt to Asset Ratio = (Rp 271.169.696 /
Rp 426.518.863) X 100%
=
0,63 = 63%
Analisis : Pendanaan perusahaan dibiayai dengan
hutang untuk tahun 2011 artinya bahwa setiap Rp 100,- pendanaan perusahaan Rp 63,-
dibiayai dengan hutang dan Rp 37,-
disediakan oleh pemegang saham.
Ratio Provitabilitas / Rentabilitas
Gross Provit Marginal = (Laba Kotor / Penjualan Bersih) X 100%
Gross Provit Marginal = Rp 13.720.014 / Rp 208.017.823
=
0,065 = 6,5%
Analisis : Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba kotor dari penjualan bersih adalah sebesar 6,5%.
Net Profit Marginal =
(Laba Setelah Pajak / Total Aktiva) X 100%
Net Profit Marginal =
Rp 7.193.626 / Rp 426.518.863
=
0,016= 1,6%
Analisis : Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba bersih dari penjualan bersih adalah sebesar 1,6%.
Operating Profit Margin = (Laba Usaha / Penjualan Bersih) X 100%
Operating Profit Margin = Rp 14.620.524 / Rp 208.017.823
=
0,07 = 7%
Analisis : Operating ratio mencerminkan tingkat
efisiensi perusahaan sehingga ratio ini rendah menunjukan keadaan yang baik karena
setiap rupiah penjualan yang terserap dengan biaya juga rendah dan tersedia
untuk laba yang besar.
Return of Equity =
(Laba bersih setelah pajak / Total modal pemegang saham) X 100%
Return of Equity =
Rp 7.193.626 / Rp 40.050.208
=
0,17= 17%
Analisis : Pengembalian atas modal perusahaan
sebesar 17%
Ratio Aktivitas
Inventory Turnover =
HPP / Persediaan
Inventory Turnover =
Rp 1.827.246/ Rp 15.654.105
=
0,011
Analisis = Inventory Turnover digunakan untuk
mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan yang berputar pada suatu
periode tertentu. Pada perusahaan ini Inventory Turnovernya sebesar 0,011.
Total Asset Turnover = Penjualan Bersih / Total Aktiva
Total Asset Turnover =
Rp 208.017.823 / Rp 426.518.863
=
0,487
Analisis : Total Asset Turnover digunakan untuk
mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva yang berputar
pada suatu periode. Pada perusahaan ini Total Asset Turnovernya sebesar 0,487.
Receivable Turnover =
Penjualan Bersih / Piutang
Receivable Turnover =
Rp 208.017.823 / Rp 16.205.241
=12,83
Analisis : Receivable Turnover digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola dana yang tertanam dalam piutang
yang berputar pada suatu periode tertenutu. Pada perusahaan ini Receivable
Turnovernya sebesar 12,83
Working Capital Turnover = Penjualan bersih / (Total aktiva lancar – Total Hutang
Lancar)
Working Capital Turnover = Rp 208.017.823 / ( Rp 58.252.342 - Rp 62.918.962)
=
Rp 208.017.823 / Rp 4.666.620
=
44,57
Analisis : Working Capital Turnover digunakan untuk
mengukur kemampuan modal kerja yang berputar pada satu periode siklus kas yang
terdapat pada perusahaan. Pada perusahaan ini Working Capital Turnovernya
sebesar 44,57
2012
Per Desember Tahun 2012 (Disajikan dalam jutaan
rupiah)
Ratio Likuiditas
Current Ratio =
Total Aktiva Lancar / Total Hutang Lancar
Current Ratio =
Rp 68.639.956 / Rp 74.602.903
=
Rp 0.92
Analisis : Setiap Rp.1 hutang lancar dijamin oleh
0.92 harta lancar atau perbandingannya antara aktiva lancer dengan hutang
lancer adalah 0,92 : 1.
Quick Ratio =
(Total Aktiva Lancar - Persediaan) / Total Hutang Lancar
Quick Ratio =
(Rp 68.639.956 – Rp 16.738.446) / Rp 74.602.903
=
Rp 51.901.510 / Rp 74.602.903
=
Rp 0,69
Analisis : Rata-rata industri tingkat liquidnya /
quick ratio adalah 0,5 kali sedangkan PT Perusahaan Listrik Negara dan Entitas
Anak. maka keadaannya sangat baik karena perusahaan dapat membayar hutang
walaupun sudah dikurangi persediaan.
Ratio Solvabilitas
Total Debt to Equity Ratio = (Total Hutang / Ekuitas pemegang saham) X 100%
Total Debt to Equity Ratio = (Rp 263.986.654 / Rp 46.197.380) X 100%
=
5,71 = 571%
Analisis : Merupakan perbandingan antara hutang dan
ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menujukan kemampuan modal sendiri ,
perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya. Perusahaan dibiayai 571% untuk
tahun 2012.
To Debt to Asset Ratio = (Total Hutang / Total Aktiva) X 100%
To Debt to Asset Ratio = (Rp 263.986.654 /
Rp 540.705.764) X 100%
=
0,48 = 48%
Analisis : Pendanaan perusahaan dibiayai dengan
hutang untuk tahun 2012 artinya bahwa setiap Rp 100,- pendanaan perusahaan Rp
48,- dibiayai dengan hutang dan Rp 52,-
disediakan oleh pemegang saham.
Ratio Provitabilitas / Rentabilitas
Gross Provit Marginal = (Laba Kotor / Penjualan Bersih) X 100%
Gross Provit Marginal = Rp 17.343.884 / Rp 232.656.456
=
0,07 = 7%
Analisis : Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba kotor dari penjualan bersih adalah sebesar 7%.
Net Profit Marginal =
(Laba Setelah Pajak / Total Aktiva) X 100%
Net Profit Marginal =
Rp 3.205.524 / Rp 540.705.764
=
0.059 = 5,9%
Analisis : Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba bersih dari penjualan bersih adalah sebesar 592%.
Operating Profit Margin = (Laba Usaha / Penjualan Bersih) X 100%
Operating Profit Margin = Rp 29.541.006 / Rp 232.656.456
=
0,12 = 12%
Analisis : Operating ratio mencerminkan tingkat
efisiensi perusahaan sehingga ratio ini rendah menunjukan keadaan yang baik
karena setiap rupiah penjualan yang terserap dengan biaya juga rendah dan
tersedia untuk laba yang besar.
Return of Equity =
(Laba bersih setelah pajak / Total modal pemegang saham) X 100%
Return of Equity =
Rp 3.205.524 / Rp 44.930.345
=
0,071 = 7,1%
Analisis : Pengembalian atas modal perusahaan
sebesar 7,1 %
Ratio Aktivitas
Inventory Turnover =
HPP / Persediaan
Inventory Turnover =
Rp 1.657.252/ Rp 16.738.446
=
0,099
Analisis = Inventory Turnover digunakan untuk
mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan yang berputar pada suatu
periode tertentu. Pada perusahaan ini Inventory Turnovernya sebesar 0,099
Total Asset Turnover = Penjualan Bersih / Total Aktiva
Total Asset Turnover =
Rp 232.656.456 / Rp 540.705.764
=
0,430
Analisis : Total Asset Turnover digunakan untuk
mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva yang berputar
pada suatu periode. Pada perusahaan ini Total Asset Turnovernya sebesar 0,430
Receivable Turnover =
Penjualan Bersih / Piutang
Receivable Turnover =
Rp 232.656.456 / Rp 25.266.824
=9,20
Analisis : Receivable Turnover digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola dana yang tertanam dalam piutang
yang berputar pada suatu periode tertenutu. Pada perusahaan ini Receivable
Turnovernya sebesar 9,20
Working Capital Turnover = Penjualan bersih / (Total aktiva lancar – Total Hutang
Lancar)
Working Capital Turnover = Rp 232.656.456 / (Rp 68.639.956
- Rp 74.602.903)
=
Rp 232.656.456 / Rp 5.962.947
=
39,01
Analisis : Working Capital Turnover digunakan untuk
mengukur kemampuan modal kerja yang berputar pada satu periode siklus kas yang
terdapat pada perusahaan. Pada perusahaan ini Working Capital Turnovernya
sebesar 39,01
Per Desember Tahun 2013 (Disajikan dalam jutaan
rupiah)
Ratio Likuiditas
Current Ratio =
Total Aktiva Lancar / Total Hutang Lancar
Current Ratio =
Rp 84.837.180 / Rp 88.315.046
=
Rp 0.96
Analisis : Setiap Rp.1 hutang lancar dijamin oleh
0,96 harta lancar atau perbandingannya antara aktiva lancer dengan hutang
lancer adalah 0,96: 1.
Quick Ratio =
(Total Aktiva Lancar - Persediaan) / Total Hutang Lancar
Quick Ratio =
(Rp 84.837.180 – Rp 11.343.464) / Rp 88.315.046
=
Rp 73.493.716 / Rp 88.315.046
=
Rp 0,83
Analisis : Rata-rata industri tingkat liquidnya /
quick ratio adalah 0,5 kali sedangkan PT.Perusahaan Listrik Negara dan Entitas
Anak sebesar 0.83 maka keadaannya sangat baik karena perusahaan dapat membayar
hutang walaupun sudah dikurangi persediaan.
Ratio Solvabilitas
Total Debt to Equity Ratio = (Total Hutang / Ekuitas pemegang saham) X 100%
Total Debt to Equity Ratio = (Rp 462.645.611 / Rp 46.197.380 ) X 100%
=
10,01 = 100,1%
Analisis : Merupakan perbandingan antara hutang dan
ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menujukan kemampuan modal sendiri ,
perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya. Perusahaan dibiayai 100,1%
untuk tahun 2013.
To Debt to Asset Ratio = (Total Hutang / Total Aktiva) X 100%
To Debt to Asset Ratio = (Rp 462.645.611 / Rp 595.877.391) X 100%
=
0,77= 77%
Analisis : Pendanaan perusahaan dibiayai dengan
hutang untuk tahun 2013 artinya bahwa setiap Rp 100,- pendanaan perusahaan Rp
77,- dibiayai dengan hutang dan Rp 23,-
disediakan oleh pemegang saham.
Ratio Provitabilitas / Rentabilitas
Gross Provit Marginal = (Laba Kotor / Penjualan Bersih) X 100%
Gross Provit Marginal = Rp 19.108.528 / Rp 257.404.581
=
0,074 = 7,4%
Analisis : Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba kotor dari penjualan bersih adalah sebesar 7,4%.
Net Profit Marginal =
(Laba (Rugi) Setelah Pajak / Total Aktiva) X 100%
Net Profit Marginal =
Rp (29.567.461) / Rp 595.877.391
=
(0,049) = 4,9%
Analisis : Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan rugi
dari penjualan bersih adalah sebesar
4,3%.
Operating Profit Margin = (Laba Usaha / Penjualan Bersih) X 100%
Operating Profit Margin = Rp 36.493.434 / Rp 257.404.581
=
0,14 = 14%
Analisis : Operating ratio mencerminkan tingkat
efisiensi perusahaan sehingga ratio ini rendah menunjukan keadaan yang baik
karena setiap rupiah penjualan yang terserap dengan biaya juga rendah dan
tersedia untuk laba yang besar.
Return of Equity =
(Laba bersih setelah pajak / Total modal pemegang saham) X 100%
Return of Equity =(
Rp 29.567.461) / Rp 49.901.404
=
0,59= 59%
Analisis : Pengembalian atas modal perusahaan
sebesar 59%
Ratio Aktivitas
Inventory Turnover =
HPP / Persediaan
Inventory Turnover =
Rp 1.792.124/ Rp 11.343.464
=
0,15
Analisis = Inventory Turnover digunakan untuk
mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan yang berputar pada suatu
periode tertentu. Pada perusahaan ini Inventory Turnovernya sebesar 0,15
Total Asset Turnover = Penjualan Bersih / Total Aktiva
Total Asset Turnover =
Rp 257.404.581 / Rp 595.877.391
=
0,431
Analisis : Total Asset Turnover digunakan untuk
mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva yang berputar
pada suatu periode. Pada perusahaan ini Total Asset Turnovernya sebesar 0,431
Receivable Turnover =
Penjualan Bersih / Piutang
Receivable Turnover =
Rp 257.404.581 / Rp 41707308
=6,17
Analisis : Receivable Turnover digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola dana yang tertanam dalam piutang
yang berputar pada suatu periode tertenutu. Pada perusahaan ini Receivable
Turnovernya sebesar 6,17.
Working Capital Turnover = Penjualan bersih / (Total aktiva lancar – Total Hutang
Lancar)
Working Capital Turnover = Rp 257.404.581 / (Rp 84.837.180
- Rp 88.315.046)
=
Rp 257.404.581 / Rp 3.477.866
=
74,01
Analisis : Working Capital Turnover digunakan untuk
mengukur kemampuan modal kerja yang berputar pada satu periode siklus kas yang
terdapat pada perusahaan. Pada perusahaan ini Working Capital Turnovernya
sebesar 74,01
0 komentar:
Posting Komentar